July 2011
52 posts
Konsep ikhlas memberi dan menerima. Take and give merupakan sisi terindah dari...
– Hanum Salsabiela Rais dalam 99 Cahaya di Langit Eropa
Sains dan agama. Dua sisi yang tidak bisa dipisahkan begitu saja
– Hanum Salsabiela Rais dalam 99 Cahaya di Langit Eropa
Di dapur
Ibu : Mer, coba dicicipi sop-nya udah enak belum?
Saya : (mencicipi) Kayaknya kurang garam, Ma.
Ibu : Padahal udah dikasih garam, masa kurang, kalau yang nyicipi pakai hati pasti enak.
Saya :
A & B
A dan B sedang SMS-an. A (cowok) dan B (cewek).
A : Eh kayaknya ada yang suka kamu lho.
B : Hah ! kok tau ? Emang siapa ?
A : Aku juga gak tahu siapa yang suka kamu. Yang jelas setiap ada SMS dari kamu hape-ku getar2 terus
B : Hape atau Hati ?
A : Rahasia :p
Menatap Punggung Seseorang
“Cukup banyak tersenyum, mengangguk, lantas memasang wajah penuh rasa ingin tahu, mendengarkan. Itu lebih dari memadai untuk menaklukan calon mertua mana pun didunia.”-Tere Liye
Tadi malam saya bermimpi mendatangi suatu rumah entah rumah siapa bersama beberapa teman saya. Sang pemilik rumah seorang bapak dan seorang ibu berwajah menyenangkan, yang jelas mereka suami istri. Nah kedatangan saya...
Bila diibaratkan dengan naik pesawat, orang yang meninggal sudah take off....
– Jamal Ma’mur Asmani (Rasanya 7 Malam Pertama di Alam Kubur)
Kita bisa melihat bagaimana seseorang menjalani hidupnya dengan cara melihat...
– Fahd Djibran dalam Menatap Punggung Muhammad
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali...
– QS. Al-Ashr (103) : 1-3
Bersabarlah! :)
Yang namanya dunia itu ada masa senang dan masa kurang senang. Di saat kurang senanglah kalian perlu aktif. Aktif untuk bersabar. Bersabar tidak pasif, tapi aktif bertahan, aktif menahan cobaan, aktif mencari solusi. Aktif menjadi yang terbaik.Aktif untuk tidak menyerah pada keadaan. Kalian punya pilihan untuk tidak menjadi pesakitan. Sabar adalah punggung bukit terakhir sebelum sampai di tujuan....
GVT
Seperti biasa aku memiliki janji bertemu kedua teman lamaku di tempat yang kurindukan beserta segala isinya. Tempat ini tidak berubah banyak. Mulai dari pintu masuk hingga tempat aku memarkirkan motorku. Hanya bertambah papan besar bertuliskan “Kawasan Bebas Rokok” di dekat gerbang sekolah. Ku arahkan pandanganku ke lapangan voli ternyata kedua temanku sudah duduk di taman itu.
“Mer, katanya jam...
Bukanlah kesabaran namanya jika masih mempunyai batas dan bukanlah keikhlasan...
– Addin al-Khasanah
Indonesian Hijab Community: 101 alasan mengapa... →
gadisberjilbab:
————————————————————
———— بسم الله الرحمن الرحيم السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 1. Menjalankan syi’ar Islam. 2. Berniat untuk ibadah. 3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim. 4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan…
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Kiamat tidak akan berlangsung...
– (HR Muslim)
Suka dan cinta datang dari Allah. Suka boleh saja, tapi jangan sampai kalian...
– Kata Ustad Salman (Ranah 3 Warna by A.Fuadi)
Hah, kamu kuno dan tradisional
“Raisa, jadi siapa cowok kamu?”
“Ah, pengen tahu aja. Nggak ada, belum ada. Kamu mau nyariin?”
“Kayaknya banyak tuh yang antre. Tinggal pilih saja.”
“Itu dia. Papaku selalu mengajarkan kami anak-anak perempuannya untuk tidak mencari pacar, tapi calon suami.”
“Hah, kamu kuno. Tradisional sekali. Masa seumur kita mencari suami. Terlalu muda, ha..ha..ha.”
“Iya, keluargaku tradisional. Papaku...
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam...
– (HR.Bukhari)
Keponakan saya
Dialog dua keponakan saya bernama Kondang (laki-laki usia 6 tahun) dan Marvel (laki-laki usia 2 tahun). Setting di samping rumah saya.
Kondang : “Vel, kamu jangan nglemparin pasir ke rambutku tho !”
Marvel : (malah ketawa)
Kondang : ”Aduh Vel, nih lho kena mataku” (mengucek-ucek mata)
Marvel: (malah ketawa)
Kondang : (pura-pura nangis)
Marvel : (berhenti ketawa)(merasa bersalah)
Kondang : “yee, tak bohongin aku ga nangis”
Marvel : (ketawa lagi)
Di balik jendela saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Dunia anak-anak memang unik.
Pertemuan itu
Hari ini Jogja panas. Kuberanikan keluar rumah, memakai baju hitam, tanpa jaket. Nekat memang. Ku kayuh motor abu-abuku melintasi depan kampusku. Hanya melintas, karena memang bukan tujuanku. Sampai juga di tempat ini. Masuk, menulis kertas, menyodorkan ke petugas, dan membayar. Yeah, urusanku sudah selesai. Selanjutnya, aku akan pergi ke suatu tempat yang di rasa bisa menyenangkan hatiku. Mana...
Tidak semua orang di dunia ini mendapatkan pilihan pertamanya. Tapi kita bisa...
– Tere Liye
Orang terkadang lupa, orang-orang di sekitarnya yang selama ini terlihat biasa...
– Tere Liye
Banyak orang yang telah wafat namun mereka itu seakan masih hidup di...
– Prof. Dr. Komaruddin Hidayat dalam Psikologi Kematian (via kuntawiaji)
Keibuan atau ketuaan ?
Kejadian ini sebenarnya sudah lama. Beberapa tahun yang lalu. Obrolan saya dan anak kecil perempuan usia kira-kira 6 tahun. Setting di tempat langganan print mahasiswa. Waktu itu sedang dikejar deadline.
Adik : "Mbak, ngerjain apa?"
Saya : "Ngerjain tugas."(menjawab singkat sambil pusing mengedit tugas)
Adik : "Mbak, rumahnya mana?"
Saya : "Sleman."(menjawab singkat sambil pusing mengedit tugas)
Adik : "Sleman itu mana, Mbak?"
Saya : "Sleman itu jauh."(menjawab singkat sambil pusing mengedit tugas)
Adik : "Mbak, sudah punya anak belum,anaknya berapa?"
Saya : (woot)(pertanyaan adiknya mengalihkan duniaku)
"Belum dik, masih sekolah"
Adik : "Oh kirain sudah punya anak"
Saya : -_-
Bisa ditarik kesimpulan dari persepsi adiknya. Pertama, wajah saya terlihat keibuan (blush). Kedua, mungkin wajah saya terlihat ketuaan (angry). Hehe.
Tetapi ada kejadian lain lagi. Menemani ibu saya takziyah kerabat ibu saya. Kejadiannya beberapa bulan yang lalu.
Teman ibu : "Kesini sama siapa, Mbak?"(menyapa ibu saya)
Ibu : "Ini sama anak saya yang kecil sendiri"(menunjuk ke arah saya)
Teman ibu : "Oh ini anaknya yang paling kecil. SMA kelas berapa, Mbak?"
Saya : (we e e e, masih dikira anak SMA og piye XD) "Sudah kuliah semester empat,Bu."
Teman ibu : "Oh, kirain masih SMA."
Saya : (blush)(berarti wajah saya terlihat muda)
Dilihat dari dua dialog di atas ternyata persepsi orang-orang tentang wajah saya berbeda-beda. Tetapi kebanyakan mereka menebak saya masih SMA -_-. Terkadang juga mendengar curhatan teman saya persepsi orang lain ke mereka seperti ada yang dikira mereka angkatan 2007 (cc: http://sparklingkirana.tumblr.com/) atau malah ada yang dibilang sudah S2. Yang penting jangan ada yang dibilang S3. Keterlaluan. Ckckck
Membeli air minum isi ulang
Di suatu warung dekat rumah. Obrolan saya dan bapak tetangga (disingkat BT).
Saya : "Pak, beli aqua galonnya satu."
BT : "Diantar atau bawa sendiri mbak Mer ?"
Saya : "Diantar aja Pak. Lagipula pinggang saya lagi pegal"
BT : "hahahahahahahaha" (tertawa keras)
Saya : *sigh* *smirk*
Jangan-jangan Tuhan menyisipkan harapan bukan pada nasib dan masa depan,...
– Goenawan Mohamad
Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan
– Pramoedya Ananta Toer
Kuman dan syetan. Sama-sama bahaya. Kuman menimbulkan sakit fisik, melemahkan...
– Indah Nursalim
Mari bercerita tentang ikhlas, tentang memisahkan antara ikhlas dan pasrah. Tak...
– Fera Amelia
June 2011
112 posts
dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.
– QS.An - Najm : 45
Sore ini diluar hujan.Ketika pertunjukan yang paling memungkinkan adalah duduk...
– Antologi hujan by Emha B Miftahullatif
Kesedihan yg besar adalah menyesal tidak mengisi masa-masa hidup dgn kebaikan....
– Tere Liye