Jangan tanya tujuan kalau belum berpengalaman.
Jangan tanya hasil kalau belum ada proses.
Di tangan kananku kusisipkan masa depan, di tangan kiriku mencengkram masa lalu
Dalam raga berpecah, jiwaku sebagian masih tertinggal disana
Dan firasat lelah bermimpi, melepas waktu, untuk menerka-nerka skenarioNya,tapi hati mencoba berdamai dengan cerita asing yang akan di hadapi
Aku pun bertanya : apa yang harus kulakukan?
Apakah aku sudah mendaki jauh ataukah aku masih harus berlari?
Orang tuaku pun menjawab : merenung, Nak! Terkadang pilihan terbaik adalah menerima.
Kenangan jangan di hapus tapi disimpan, kamu masih harus berlari, kamu masih harus mendaki. Suatu saat kamu pasti tahu.
Jika setiap manusia punya jalan masing-masing menuju tujuan yang sama,
ku bertanya :apakah mereka tidak takut saling menabrak meniti kelokan di jalan yang sama?
Apakah mereka akan sadar kalau kehilangan arah? Bagaimana kalau jalan yang mereka lalui ternyata salah? Apakah mereka harus memutar balik jalan? Apakah mereka akan pasrah saja dan hanya berhenti?
Dan hanya Tuhanku yang mampu menjawab : ada Aku
(2010)




