Aku telah membuat lubang perangkap untuk diriku sendiri. Lubangnya besar, dalam, dan terlihat jelas, tanpa semak-semak. Terkesan lucu jika aku terlalu berambisi menjatuhkan diri ke suatu tempat yang membahayakan jiwaku. Beginilah nasib! hati nurani kecewa, memberontak, dan ingin mengatakan jika terlalu jauh untuk jatuh, akan susah untuk berdiri, akan susah untuk keluar bahkan bisa mati. Tapi ego mengalahkan hati, tersenyum menang, menepuk-nepuk pundakku seakan-akan itu hiburan bagi kebodohanku yang aku cipta sendiri,karena aku yakin setelah terjatuh ke dalam mungkin semuanya akan aman, bebas, segala dimensi angan akan lenyap menjadi satu. Barangkali nantinya, di dalam lubang itu, satu sudut hidup kebahagiaanku sudah menantiku, membawa sebuah fragmen cahaya untuk menerangiku. Dan aku sanggup jatuh mengaduh untuk terperosok sementara daripada melayang tinggi dan menggantung di udara begitu sesak dan sakit.
*pernahnulisbeginianternyata
HUFF




